[close]



★A spy >_- ★


I'm The Sweet Owner



NiZah. Human. Normal Girl. thirdteen. World. Around in my blog? Don't forget to give footsteps. Enjoy~



what's time is now huh? :3

Status

I love to know something new, and I hate a person who like to make me sad

Choose Background

Background 1 Background 2 Background 3


Blog Archive


Contact Me


Buku Tamu

Credits

© 2013 - Full Template by Meiza Maulida the basecode from Arrien Amani and Anugerah Salsa. The sweet header is Amatullah Mufidah. And the lovely helper is Aminah Hafidzatunnisa. Cute icon from Pixel.
Thursday, 24 December 2015 | 0 Possible[s]


Tika saat terhentinya runtin,

Aku memmikirkan mu,

Buat seketika,

Masa terhenti memberikanku peluang,

Peluang untukku mencoretkan sesuatu tentang mu ,

Meluahkan rasa hati yang kian berbuku,

Kita saling mengetahui isi hati,

Namun tidak pernah aku luahkan,

Begitu juga dirimu,

Kita hanya bermain mata,

Tanpa meluahkan sebarang perkataan,

Tanpa berbicara,

Hanya mata berbicara,

Ku pernah fikirkan sebabmu,

Membuatkan nafasku seolah dicengkam,

Benakku didandan sejuta persoalan,

Mencari salahmu,

Tanpa memikirkan diri sendiri.

Tika saat semakin hilang dalam diri,

Aku tersentak,

Nafasku bagai direntap perasaan,

Perasaan yang pernah ku pendamkan hanya buatmu.

Ini salahku.

Aku berdoa andai engkau yang terbaik buatku,

Akan DIA pelihara hati dan cinta kita hingga ke Jannah,

Kau bukan yang terbaik buatku,

Kau bukan yang tertulis buatku di luh mahfuz,

kau bukanyang akan menungguku di Jannah kelak,

kerana kau bukan yang terbaik buatku.

Nafas dicengkam,

Benak dipenuhi persoalan,

Kini perlahan-lahan nafasku kau lepaskan,

Soalanku dijawab,

Fikiranku dibiarkan melayang melintasi langit,

Membelah malam,

Bintang dan bulan hanya bisa memerhati,

Penghuni angkasa baru.




Tidak akan lagi kau dengar tangisan,


Tangisan yang pernah ku bazirkan buat sang kekasih,

Tangisan kekecewaan,

Telah kita berjanji tidak akan sedih dengan suratan takdir,

Takdir yang telah Dia tetapkan,

Telah kita berjanji di dalam doa,

Doa yang ku panjatkan selalu.

Aku tidak mampu mengajakmu mengejar cahaya-Nya,

Pasti ada yang lebih baik.

Yang terbaik,

Yang dia telah ukirkan hanya untuk mu.




Kita haru berhenti membenci,

Meski saling mencintai,

Berhenti bermain mata,

Mula berbicara sesama kita,

Sehinggalah hanya yang tinggal,

Hanya coretan sebuah kata di atas kertas lusuh,

Hanya yang tinggal,

Sayang..